Selasa, 15 Juni 2010

Malaikat Menurut Fisika

Malaikat Izroil, si pencabut nyawa, diberi tugas oleh Tuhan untuk mencabut nyawa
ratusan penduduk bumi dalam waktu yang bersamaan. Bagaimana dia melakukannya!

Hari itu sebuah pesawat penumpang jatuh di lautan. Ratusan penumpang tewas. Pada
detik itu juga puluhan orang di benua lain meninggal karena peperangan. Di
tempat yang berbeda beberapa orang meninggal sebab penyakit. Jarak mereka saling
berjauhan bahkan di benua yang berbeda. Malaikat Izroil dalam waktu yang
bersamaan harus melakukan tugas mencabut nyawa setiap individu sesuai
perintahNya. Secara logika biasa, pekerjaan itu tidak mungkin dilakukan seorang
diri dalam waktu yang sama dan dimensi ruang yang berbeda. Kalau jumlah malaikat
sama banyaknya dengan personil yang harus ditangani,hal itu tidak menjadi
masalah. Namun dengan berkembangnya ilmu fisika ternyata hal tersebut dapat
dijelaskan kebenarannya walaupun dilakukan seorang diri.

Malaikat

Menurut beberapa keterangan bahwa malaikat diciptakan Tuhan dari cahaya.
Oleh karena itu malaikat juga memiliki sifat- sifat seperti cahaya. Sifat- sifat
cahaya yang penting dalam konteks ini adalah bahwa cahaya memiliki kecepatan
sekitar 300.000 km/detik, memiliki sifat dualisme yaitu sebagai gelombang maupun
partikel atau materi. Kedua sifat tersebut tentu saja juga dimiliki oleh
malaikat Izroil dan malaikat- malaikat lainnya.

Teori Relativitas

Seorang ahli fisika, Albert Einstein, mengemukakan teori yang disebut dengan
teori relativitas yang berkaitan dengan waktu, massa dan dimensi ruang.
Selanjutnya dalam postulatnya Einstein mengatakan bahwa tidak ada benda di alam
semesta ini yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya. Jika hal ini terjadi,
maka benda atau materi tersebut tidak memiliki dimensi waktu dan tidak memiliki
awal dan akhir. Dengan kecepatan cahaya, benda akan memiliki massa yang amat
besar dan memiliki dimensi ruang sama dengan nol. Ini berarti bahwa benda
tersebut ada wujudnya tetapi tidak terlihat.

Si Pencabut Nyawa

Si pencabut nyawa, malaikat Izroil, suatu ketika harus menjalankan perintah
Tuhan untuk mencabut nyawa beberapa penduduk bumi di beberapa negara di dunia.
Dia harus berangkat dari kantor pusatnya di “ Arsy” menuju ke tempat
kediaman orang-orang yang telah ditentukan.
Telah kita ketahui bahwa malaikat memiliki sifat- sifat seperti cahaya, baik
kecepatannya dalam bergerak maupun sifat dualismenya. Ketika malaikat berangkat
dari posnya menuju bumi dengan kecepatan cahaya, dia akan berwujud sebagai
gelombang sehingga dengan mudah melintasi benda- benda langit. Bila berbentuk
materi dengan kecepatan cahaya, dia juga tidak bisa dilihat karena dimensinya
nol dan massanya akan berubah menjadi energi yang sangat dahsyat, yaitu sama
dengan massa dikalikan kecepatan cahaya dikuadratkan. Ketika sudah tiba di bumi,
dia mengubah dirinya menjadi materi agar dapat berkomunikasi dengan orang yang
ditemuinya. Kondisi seperti itu sering dilakukan oleh para malaikat ketika akan
menemui para nabi dan rosulNya.

Waktu Bersamaan
Menurut teori relativitas Einstein, jika suatu benda bergerak dengan
kecepatan cahaya, maka benda tersebut tidak memiliki dimensi waktu. Sifat ini
dimiliki oleh malaikat Izroil, juga malaikat lainnya, sehingga dia dapat pergi
kemana saja dalam waktu yang bersamaan. Dengan sifat inilah, dia dengan sangat
mudah melakukan pekerjaannya, termasuk mencabut nyawa penduduk bumi di pelbagai
tempat yang berbeda.
Itulah malaikat makhluk ciptaan Tuhan yang diberi kelebihan untuk
melaksanakan tugas sesuai yang diperintahkanNya. Dengan didukung oleh teori
relativitas dalam bidang fisika, keadaan- keadaan yang tadinya tampak tidak
masuk akal akhirnya dapat dijelaskan secara rasional.

2 komentar: